Terik siang di kota Jogja menyengat kulit langsat ini,
melintasi batas
menuju embun kota yang nian hijau menyala.
menuju embun kota yang nian hijau menyala.
Burung berkicau..
menari bebas
berayun di atas ranting
beratap daun- daun,
makin berdendang kala nyanyian makin berkumandang..
berayun di atas ranting
beratap daun- daun,
makin berdendang kala nyanyian makin berkumandang..
Cicit cuit..cicit cuit..
Berpadu dengan melodi hembusan angin
makin meriah suasana siang ini..
makin meriah suasana siang ini..
Indah nian hijau zamrud khatulistiwaku,
tapi kini dikotaku yang istimewa,
kulihat dan kutemui itu hanya dibeberapa sudut kota saja..
Alam..
kau disediakan oleh-Nya untuk kami..
kami bergelora menyambut ketersediaan yang nyata ini,
namun apa daya
tangan- tangan besi mengusik keberadaan kalian..
tangan- tangan besi mengusik keberadaan kalian..
dan enggan mengembalikan keperawanan kalian..
Dalam hati ini dalam terlintas
disetiap tidurku
ku selalu menebar kehijauan
dan ketika ku terbangun
kulihat kembali istana permata hijau yang elok kian menawan.
-deelova-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar